Translate

TEORI PENYESUAIAN KERJA

TEORI PENYESUAIAN KERJA
oleh: Joko julianto

Individu manusia senantiasa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan fisikis, baik dalam dunia pendidikan, kerja, sosial diartikan dalam arti luas, yaitu: mengubah diri sesuai dengan keadaan (keinginan) diri.
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan merubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai dengan diri individu dengan lingkungannya.
A. Konsep Dasar
Pada dasarnya, penyesuaian diri memiliki dua aspek, yaitu penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial.

1. Penyesuaian Pribadi
   Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercapainya hubungan yang harmonis antara siapa dirinya dengan lingkungan kerjanya. Ia sadar sepenuhnya siapa dirinya, apa kelebihan dan kekurangannya dan bertindak objektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut. 
Keberhasilan diri pribadi dengan tidak adanya rasa benci, lari dari kenyataan atau tanggungjawab, kecewa atau tak percaya pada kondisi dirinya. Kehidupan kejiwaannya ditandai dengan tidak adanya kegoncangan atau kecemasan yang menyertai rasa bersalah, rasa tidak puas, rasa cemas, rasa kurang dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya.
2. Penyesuaian Sosial
   Setiap individu hidup dalam masyarakat, dimana terdapat proses saling mempengaruhi satu sama lain. Dari proses tersebut timbul pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan, hukum, adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi, demi untuk mencapai penyesuaian bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari.
Dalam dunia kerja ada 2 hal yang tidak bisa dipisahkan yaitu karyawan dan perusahaan. Seseorang yang dapat menyesuaikan dirinya dengan pekerjaannya yaitu apabila terdapat adanya kepuasan kerja. Untuk itu merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang dapat membuat karyawan puas bekerja diperusahaan.
Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, diantaranya adalah kesesuaian pekerjaan, kebijakan organisasi termasuk kesempatan berkembang, lingkungan kerja dan perilaku atasan. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan menurut Kreitner dan Kinichi, yaitu:
a. Pemenuhan Kebutuhan (need fulfillment)
   Kepuasan ditentukan oleh tingkat karakteristik pekerjakaan memberikan kesempatan pada individu intuk memenuhi kebutuhannya
b. Perbedaan (discrepancies)
   Kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan. Pemenuhan harapan mencerminkan perbedaan antara apa yang diharapkan dan apa yang diperoleh individu dari pekerjaannya. Bila harapan lebih besar dari apa yang diterima, orang akan tidak puas. Sebaliknya individu akan puas bila menerima manfaat diatas harapan.
c. Pencapaian nilai (volue attainment)
    Kepuasan merupakan hasil dari persepsi pekerjaan memberikan pemenuhan nilai kerja individual yang penting.
d. Keadilan (equity)
    Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu diperlakukan di tempat kerja.
e. Komponan genetik (genetic components)
    Kepuasan kerja merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik. Hal ini menyiratkan perbedaan sifat individu kerja disamping karakteristik lingkungan pekerjaan. 
Selain itu ada juga faktor penentu kepuasan kerja yaitu:
1) Gaji/upah
    Menurut Theriault, kepuasan kerja merupakan fungsi dari jumlah absolute dari gaji yang diterima, derajat sejauh mana gaji memenuhi harapan-harapan tenaga kerja dan bagaimana gaji diberikan. Selain dari pencapaian (achievement), keberhasilan dan pengakuan/penghargaan.
2) Kondisi kerja yang menunjang
   Bekerja dalam ruangan atau tempat kerja yang tidak menyenangkan (uncomfortable) akan menurunkan semangat untuk bekerja. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat kondisi kerja yang nyaman dan menyenangkan sehingga kebutuhan-kebutuhan fisik terpenuhi dan menimbulkan kepuasan kerja.
3) Hubungan kerja
    - Hubungan dengan rekan kerja
    Ada tenaga kerja dalam menjalankan pekerjaannya memperoleh masukan dari tenaga kerja lain (dalam bentuk tertentu). Keluarannya (barang yag setengah jadi) menjadi masukkan untuk tenaga kerja lainya, misalnya pekerja konveksi. Hubugan antara pekerja adalah hubungan ketergantungan sepihak yang berbentuk fungsional.
Kepuasan kerja yang ada timbul karena mereka dalam jumlah tertentu berada dalam satu ruangan kerja yang tidak berkomunikasi bersifat kepuasan kerja yang tidak menyebabkan peningkatan motivasi kerja dalam kelompok kerja dimana para pekerjanya harus bekerja sebagai satu tim.
Kepuasan kerja mereka dapat timbul karena kebutuhan-kebutuhan tingkat tinggi mereka seperti harga diri, aktualisasi diri dapat dipenuhi dan mempunyai dampak pada motivasi kerja mereka.
    - Hubungan dengan atasan
    Kepemimpinan yang konsisten berkaitan dengan kepuasan kerja adalah tenggangrasa (consideration). Hubungan fungsional mencerminkan sejumlah atasa membantu tenaga kerja untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. Hubungan keseluruhan didasarkan pada ketertarikkan antara pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai-nilai yang serupa, misalnya keduanya mempuyai pandangan hidup yang sama.
Tingkat kepuasan kerja paling besar dengan atasan adalah jika kedua jenis hubungan adalah positif. Atasan yang memiliki ciri pemimpin yang transformasional, maka tenaga kerja akan meningkat motivasinya dan sekaligus dapat merasa puas dengan pekerjaannya.
B. Karakter Teori
   Teori ini merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku seorang individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Manusia dituntut menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan da lingkungan alam sekitarnya.
C. Kelebihan dan Kekurangan
   1. Kelebihanya ialah dengan penyesuaian kerja dapat menigkatka hubungan yang harmonis antara rekan kerja dengan atasan.
     2. Kekurangannya ialah dengan tidak adanya kesesuaian anatara pekerjaan dengn sifat/potensi kemammpuan yang dimiliki maka bepengaruh terhadap kepuasan kerja.

Kesimpulan

Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungan. 
Aspek penyesuaian diri:
1. Penyesuain pribadi
2. Penyesuaian sosial
Faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja meurut Kraitner dan Kinicki yaitu:
a. Pemenuhan kebutuhan
b. Perbedaan
c. Pencapaian nilai
d. Keadilan
e. Komponen genetik
Faktor penentu kepuasan kerja:
a. Gaji/upah
b. Kondisu kerja
c. Hubugan kerja

JUAL TANAH DAN RUMAH DI DAERAH PURWAKARTA JAWABARAT

Sekarang ini jual beli tanah sangat susah dan kalau adanya pun harganya sangat mahal..
kalau agan agan mau beli tanah untuk investasi yang sifatnya jangka panjang saya siap membantu agan agan untuk mencarinya untuk sekitaran daerah purwakarta..
informasi tanah atau rumah saya sajikan kalau agan agan benar mau cari serius saya bantu,, dewasa kini harga penjualan lahan kosong dan property sangat bagus dan harganya pun relatif tinggi karena maraknya permintaan yang seiring meningkatnya jumlah penduduk .
lahan di purwakarta sekarang /M2 sudah diatas 200.000 untuk yang pinggir jalan itu pun susah yang mau jual lahan kosong biasanya penjual memasang harga lebih dari itu..
silahkan agan yang minat bisa hubungi saya di +6289618704263 atau boleh comment artikel ini... 
terimakasih...

Jual Properti Purwakarta





berikut adalah properti yang saya siap jual... silahkan saudara jika minat hubungi saya dengan add pin 750820F1 saya akan informasikan lebih lanjut..

Jual Software RAB berikut desain dan jasa konstruksi

Anda tau sendirikan jasa kontraktor dan menghitung RABnya seperti apa ? disini saya akan memberikan bagaimana cara menyelesaikan semua hal tersebut menjadi mudah, software RAB ini telah dilengkapi dengan Bahan Maaterial bangunan dan lain sebagainya.

Cek Disini Software RAB

Software RAB
Sodara Lihat Sendiri, Tab Sheet Yang ada dibawahnya, Pertama Harga Material, kedua analisa pekerjaan, satuan pekerjaan nah didalam satuan pekerjaan ada banyak salah satunya adalah menghitung RAB desain perumahan ukuran 36, 45 dst, menghitung RAB desain rumah pribadi, kantor dan lain sebagainya. DISERTAI DENGAN SOFTWARE FULL VERSION SWEETHOME 3D, AUTO CAD.

Jika Anda sedang mencari Alat Bantu untuk Menghitung Biaya Membangun Rumah ?

Tepat sekali Inilah Software RAB, adalah sebuah alat bantu yang dapat mempermudah Anda membuat RAB Rumah atau Rencana Anggaran Biaya Membangun/Renovasi Rumah.

Alat ini merupakan aplikasi sederhana menggunakan program excel yang sangat mudah digunakan oleh Anda yang yang sudah familiar menggunakan program Excel.

Dengan menggunakan Software RAB, Anda akan dapat membuat RAB Rumah dengan mudah, walaupun Anda awam soal pengetahuan bidang bangunan/sipil/arsitektur.

Cara kerja dan output Software RAB

Memproses data volume pekerjaan dan harga satuan bahan dan upah yang diinput oleh Pengguna Software RAB. Output Software RAB menghasilkan dua dokumen penting, yaitu : RAB Rumah dan Rincian Kebutuhan Material yang diperlukan.

Dasar perhitunganSetiap harga satuan pekerjaan yang dihasilkan menggunakan dasar perhitungan baku Analisa Harga Satuan (AHS) SNI yang ditanam dalam Software RAB.

Validitas nilai RAB yang dihasilkan

Data volume pekerjaan sesuai rumah yang akan dibangun/renovasi, harga satuan bahan/upah sesuai harga setempat, semuanya diinput langsung oleh setiap pengguna Software RAB. Semua data tersebut merupakan bahan baku yang akan diolah secara otomatis oleh Software RAB untuk menghasilkan RAB dan Rincian Kebutuhan Bahan Bangunan. Jadi, validitas nilai RAB yang dihasilkan tergantung pada akurasi data yang diinput. Sedangkan sistem analisa perhitungannya sudah diuji coba berulang-ulang untuk mendapatkan nilai yang sesuai AHS-SNI. Kesalahan pengguna Software RAB dalam menghitung volume pekerjaan dan edit data harga satuan bahan bangunan dan upah kerja akan mengakibatkan nilai RAB menjadi tidak valid.

Manfaat dan Kegunaan

Manfaat dan kegunaan Software RAB adalah untuk mengetahui jumlah rupiah yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah, dan untuk mengetahui rincian bahan bangunan yang diperlukan.

Dengan mengetahui jumlah biaya dan rincian bahan bangunan yang diperlukan, maka Anda akan dapat melakukan persiapan dengan matang ketika merencanakan akan membangun atau merenovasi sebuah rumah.

Bukan hanya itu, Anda juga akan dapat melakukan evaluasi dan negosiasi dengan pemborong yang akan mengerjakan bangunan, seandainya akan dikerjakan dengan sistem borongan. Dan apabila akan dikerjakan dengan sistem kerja harian, Anda juga akan dapat mengevaluasi dan memantau penggunaan bahan dan kinerja para pekerja bangunan.

Untuk kepentingan lain, RAB Rumah, diperlukan untuk mengajukan pinjaman bank, kredit renovasi rumah.

Cara menggunakan Software RAB

Cara menggunakannya sangat mudah, Anda tidak perlu lulusan SMK/D3/S1 Sipil, yang penting Anda bisa menggunakan Excel dan dapat menghitung luas (m2) dan volume (m3). Untuk menjalankan Software RAB diperlukan Excel th 2007 ke atas.

Software RAB Murah Komplit plitt

BIAYA UNTUK MEMBELI DVD Karena File Berukuran 4,6GB DAN BIAYA UNTUK JASA PENGIRIMAN dan Jasa Pekerjaan SAUDARA HANYA BUTUH Rp. 350.000  UNTUK MENDAPATKAN SEMUANYA. SAYA TUNGGU SMS SAUDARA 100% AMAN. jangan takut cari saja saya  di google dengan kata kunci Azhar Eka Pranata, Itu alamat Rumah Saya... UNTUK PEMESANAN SILAHKAN SMS KE 081281106702 . Terimakasih

SILAHKAN ISI FORM DI BAWAH INI JIKA ANDA MENGINGINKAN CONTOH SOFTWARE TERSEBUT DAN MEMESANNYA

 

UPDATE TERBARU 

http://devils-online.blogspot.com/2014/06/update-terbaru-free-download-software.html

BUKTI


SEKALI LAGI SAYA TEKANKAN SILAHKAN HUBUNGI LANGSUNG KE NOMOR 081281106702. SOFTWARE RAB INI SUDAH TERBUKTI DAN TIDAK UNTUK TIPU-TIPU SUDAH BANYAK CLIENT KAMI. 

Kunci yang terlupakan

Kunci ini tak pernah aku terpikir untuk membuka hari yang tertutup oleh kesibukan disetiap detiknya, kadang kita terlalu fokus terhadap satu tujuan diri yang tidak pernah terbangun untuk melihat sekitar yang nyatanya sekitar kita adalah mereka yang mensupport kita lebih dari sekedar untuk berjalan diatas tanah ini. Hanya egois yang cukup besar disaat kita berjalan di atas tanah dan tidak pernah melihat sekitar apa yang terjadi adalah karena mereka kita seperti ini.
Kita hanya mampu memaksa mereka untuk mengerti keadaan kita seperti ini sedangkan mereka lebih mengerti dan tahu betapa mahalnya waktu yang mereka luangkan untuk kita, sadarkan fikiran yang penuh dengan ke-egoisan ini agar aku tahu betapa berharganya kunci itu untuk aku bisa melihat seluruh waktumu untukku. Biar mereka yang benci bertanya kepada musuhku "apa yang dia punya sudah cukup? " ternyata cukup hanyalah untuk orang yang banyak melihat akan sekitarnya sedangkan aku hanyalah orang yang kaya akan egois tanpa sadar itu bualan penuh kesakitan.
Angin lebih tahu tentang luasnya kehidupan dibanding kita yang hanya menunggu untuk disapa olehnya, padahal itu semua perlu hal yang nyata dan tidak selalu mereka memberi kita jika kita hanyalah penerima sejati!
Kunci lebih tahu apa yang terjadi didalam ruang yang sempit tidaK terlihat tetapi nyata! Mereka adalah kunci yang tidak pernah ditemukan oleh dirinya meski mereka bercermin akan dirinya, tidak sadarkah kita hanya melihat bentuk abstrak? Fokus pun kita tidak memilikinya sedangkan kita selalu berbicara tentang kerasnya fokus kehidupan yang harus dijalani untuk mencapai tujuan yang hebat, untuk apa seperti itu?
Itu hanyalah lubang yang bisa memakan kita dengan lahap, dan tidak akan pernah terlihat kembali meski kita menyesalinya. Sadarlah bahwa kunci itu perlu untuk kita melihat hasil kerja yang telah dilakukan dan yang tidak kita lakukan.
Hasil yang memuaskan hanya semata dan kemudian memakan kita dengan cara perlahan jika kita tidak sadar akan pentingnya sesuatu yang lebih penting yaitu melihat sekitar kemudian menjaganya lalu timbal baliklah pekerjaan kita selanjutnya yang lebih sulit dari apapun yang pernah kita kerjakan!
Maka hargailah mereka yang menjadi kunci kehidupan kita selama ini terutama seorang IBU...

Cheat Zynga Poker di Facebook Terbaru

Ini adalah cheat zynga poker yang ada di facebook, dan Ini adalah versi terbaru dari Zynga Poker chip Generator hack terkenal kita. Anda dapat menghasilkan sebanyak keripik dan koin yang Anda inginkan untuk zynga poker. Ada dua program dalam paket download.

Salah satunya adalah download gratis untuk zynga poker emas pembangkit koin dan yang lainnya adalah untuk pembangkit chip. Ada download gratis, hanya untuk Anda para gamer! Ini chip poker Zynga Generator bocor langsung dari seorang karyawan Zynga.

Zynga harus mengubah seluruh kode algoritma Chips mereka untuk menambal ini (tidak akan terjadi). Dapatkan Anda bebas Zynga poker chips Generator 2013 dan menikmati bermain dengan koin habisnya!

Mengubah log untuk Combat Arms NX cash generator


v1.15
Antarmuka pengguna grafis yang lebih baik. Kurang bug, tidak hank jika tombol ditekan.


v1.00
Zynga Poker chip Generator 2013 dirilis. Menantikan untuk update lagi!

Untuk mendownloadnya silahkan klik iklan yang ada di blog ini, nanti ada link yang tersembunyi. hanya 2 kali klik. software akan muncul.

Menjalani Hidup dimalam hari di Rumah

Hai, Kawan sekarang jam berapa ya ? 0:45 AM alias jam 1 malam kurang 15 menit :D. kali ini saya akan posting tentang apa yang saya lakukan malam ini, lol. sedikit curhat, anakku yang cantik dan tak pernah aku membayangkan mempunyai anak seperti dia, yang begi indah, cerdas dan masih banyak lagi. dulu aku tiap jam segini tidak ada yang menemani kecuali komputer atau laptop beserta perangkat software coding. Akan tetapi kali ini aku merasakan kehangatan dunia ini di siang hari maupun di malam hari.

Anakku Tercinta
Ini adalah blog adikku salah satu yang aku sayang, selain kedua adikku yang lain, aku menulis disini dan aku duduk terpana melihat dan merasakan dunia begitu luas. malam ini aku disibukan untuk membuat toko online oleh pelanggan, pekerjaanku hanyalah seorang jasa yang tanpa mengharapkan bayaran lebih yaitu Honorer setiap kali aku menerima gaji hanya Rp. 350.000 /bulan. itu tidak cukup untuk membiayai anakku dan isteriku, belum lagi bayar listrik dan internet. tetapi semua perjalanan hidupku hanya Allah yang mengatur dan hanya kepadaNya aku meminta. Semua itu aku rasakan dan aku tak pernah merasa kekurangan untuk saat ini.

Disamping pekerjaanku yang rutin aku adalah seorang freelance yang seseringnya membuat software dari hltm, java, php, mysql lain sebagainya yang berhubungan dengan komputer untuk membuat salah satu software atau aplikasi tersebut aku jarang tidur, untuk saat ini pekerjaanku rutin, dan hanya istirahat 3 jam dalam satu hari.

Dulu aku hidup enak dan tak pernah membayangkan akan seperti ini, tapi aku sadar dan tidak merasakan penyesalan yang berlarut-larut setelah almarhum bapak meninggalkan kami, hidupku terlunta-lunta entah sampai kapan karena saat ini aku belum bisa maksimal menghidupkan keluarga kecilku.

Sampai disini ya, nanti bersambung. terimakasih telah membaca

Ini dia DNS speedy tercepat dan cara settingnya mudah

Berikut adalah DNS Speedy yang tercepat dari paling cepat :D , lebay sedikit. soalnya speedy saya sekarang lagi down, tidak tau kenapa masalahnya, tapi kalo buka facebook dan google nggak apa- apa jika membuka yang lain. lag banget malah koneksi langsung putuuss mamen. Apakah kamu memakai koneksi internet speedy ?

apakah sering mengalami koneksi internet sangat lambat sewaktu browsing browsing atau mengunduh ? 

Kemungkinan hal itu disebabkan salah satu DNS Speedy yang anda pakai memang lagi ada masalah.

Nah untuk itulah diperlukan pergantian dns supaya kecepatan internet agak sedikit cepat dari biasanya. Adapun DNS Speedy dibawah ini bisa kamu gunakan

203.130.208.18
202.134.1.5
203.130.196.5
125.160.14.189
203.130.206.250
202.134.1.10
 203.130.196.155
202.134.0.155
202.134.0.61
129.250.48.146
216.131.94.5
24.143.246.29
216.52.1.33
156.154.70.22

Cara menggunakannya pun tergolong mudah. Kamu bisa mengganti pada settingan modem, sebagai contoh kamu memakai modem smartfren bisa di setting pada Tool - Options - Profil Management. Kemudian Di dalam Profil Management ada advanced DNS settings, pilih saja yang static, isi dengan list DNS Speedy di atas.

Oke mungkin sedikit info dari babahe tentang DNS Speedy semoga bisa bermanfaat buat kalian. silahkan berikan komentarnya atau klik iklan untuk ucapan terimakasih.

Hasilkan uang dari upload photo dan gambar

Gagasan utama di balik situs share gambar mereka mencoba untuk menjual foto-foto ini ke Pelanggan, kemungkinan mereka atau menampilkan gambar tersebut pada jaringan situs untuk meningkatkan visibilitas situs mereka. Salah satu contoh populer adalah mdgil. Beberapa di antaranya adalah situs yang sangat dikenal dan populer terlibat dalam membeli dan menjual foto-foto Anda di internet.

Saya telah memilih beberapa situs yang paling terkenal terlibat dalam pendapatan ini model pembagian. Mereka tidak sesuai dengan popularitas atau bagaimana mereka membayar kepada pengguna mereka.


Site #1 :  ShareAPic.net

Anda dapat meng-upload dan host gambar terbatas pada shareapic, dan mengundang teman-teman dan keluarga Anda untuk memeriksa mereka. Anda mendapatkan $ 0,22 untuk setiap 1000 tampilan yang Anda dapatkan pada masing-masing gambar Anda. Minimum payout adalah $ 20,00, yang akan dibayar melalui metode kartu hadiah Paypal atau berbagai seperti amazon.com. Jika Anda memiliki account dengan Bidvertiser, Anda dapat menambahkan kode Anda ke gambar Anda dan halaman galeri, dan mendapatkan tambahan rekening Bidvertiser uang juga.


situs # 2: Submit.ShutterStock.com

Ini adalah salah satu yang terbesar gambar situs berbagi tersedia di internet. Sangat sederhana dan metode lurus ke depan. Upload foto Anda dan setiap kali salah satu foto Anda di-download, Anda mendapatkan uang. Tingkat pembayaran untuk gambar individu berbeda dari $ 0,25 sampai $ 28,00 USD per download. Ini adalah website pribadi saya berbagi gambar favorit.

Site # 3: Picable.com

Upload dan mempublikasikan foto Anda di picable. Mereka telah bermitra dengan Triond, dan menciptakan foto pendapatan layanan berbagi, di mana Anda dapat meng-upload dan mempublikasikan foto Anda, dan mendapatkan uang untuk berbagi foto Anda.

situs # 4: FreeRangeStock.com

Fotografi pendapatan situs berbagi besar di mana Anda bisa mendapatkan uang dari berbagi foto Anda. Anda harus memiliki akun rasa iklan Google (gratis). Setelah mengirimkan foto Anda, kode rasa iklan Anda akan ditempatkan pada profil Anda dan halaman download. Dan mereka akan berbagi 80% dari pendapatan yang dihasilkan oleh iklan Google rasa iklan dengan Anda. 80% adalah banyak!

Situs # 5: Flixya.com

Anda dapat mendapatkan bayaran untuk berbagi foto, video dan bahkan blog posting. Mereka memberi Anda 100% dari pendapatan yang dihasilkan oleh foto Anda dan video, yang sangat bagus.

Site # 6: RotatrixFriends.net

Sebuah foto pendapatan situs berbagi cukup baru, yang tumbuh dengan cepat. Upload video, foto dan blog dan mendapatkan uang. Anda dapat menggunakan iklan Google akal untuk menguangkan halaman Anda. Yang terbaik adalah bahwa Anda mendapatkan untuk menjaga 100% dari pendapatan yang dihasilkan.

Untuk memastikan Anda mendapatkan jumlah uang yang layak, meng-upload banyak foto yang Anda bisa. Semakin banyak foto yang Anda berbagi, semakin banyak uang yang Anda peroleh. Tentu saja, itu konyol untuk berpikir bahwa Anda dapat membuat banyak uang melakukan hal ini, tapi tidak kurang, seorang yang cara mudah untuk membuat uang online ekstra di waktu luang Anda, berbagi foto yang bijak lain akan terlupakan.


Meskipun, saya telah diambil dari perawatan untuk mempersiapkan daftar ini, jika Anda menemukan sesuatu yang salah atau beberapa situs yang lebih baik yang membayar kita dengan cara yang sama seperti ini lakukan, Tolong beritahu saya menginformasikan, sehingga, saya dapat memperbarui daftar saya Dapatkan uang secara online-share gambar.

Free Download Fast Forious 6 versi indonesia

Hai kawan maaf saya baru Update lagi soalnya sibuk kerja :D ... Lama mencari dan ingin mendownloadnya akhirnya ketemu juga ini Film Fast Furious 6 dan bisa kalian download juga nih lumayan. dari pada nunggu lama nanti :D. monggo silahkan.

Download Film Fast And Furious 6 + Subtitle Indonesia. Kali ini juraghan design mau share tentang Film Sekuel dari film fast furious seblumnya, selain ada joe taslim di Fast Furious 6, film ini mendapatkan rating yang tinggi dari imdb yg membuatnya Worth to Watch. Penasaran juga, Cekidot Disini…selamat menikmati…

Title : Fast And Furious 6
Release Date: May 24, 2013 Wide
Studio: Universal Pictures
Director: Justin Lin
Screenwriter: Chris Morgan
Starring: Dwayne Johnson, Vin Diesel, Paul Walker
Genre: Action & Adventure
Runtime : 132 Minutes


Sejak Dom (Vin Diesel) dan Brian (Paul Walker) menggulingkan gembong penjahat di Rio dan meninggalkan awaknya dengan $100 juta, mereka tersebar di seluruh dunia. Namun mereka tidak dapat kembali ke rumah dan hidup selamanya dalam pelarian membuat hidup mereka tidaklah sempurna.
Sementara itu, Hobbs (Dwayne Johnson) melacak organisasi pengendara terampil bayaran yang telah berkendara melewati 12 negara. Satu-satunya cara untuk menghentikan kriminal adalah berlaga di jalan, sehingga Hobbs meminta Dom untuk mengumpulkan tim elit di London dengan imbalan yang tak ternilai harganya.

Silahkan anda download disini ada dua type : 



Selamat mendownloadnya Fast Forious 6..  

TEKNIK SAMPLING


Teknik sampling

Dalam penelitian kuantitatif, apalagi jika dirancang sebagai sebuah penelitian survei (survey research), keberadaan populasi dan sampel penelitian nyaris tak dapat dihindarkan. Populasi dan sampel merupakan sumber utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam mengungkapkan fenomena atau realitas yang dijadikan fokus penelitian kita. Demi mencapai keakuratan dan validitas data yang dihasilkan, populasi dan sampel yang dijadikan objek penelitian harus memiliki kejelasan baik dari segi scope, ukuran, maupun karakteristiknya. Dengan kata lain, kejelasan populasi dan ketepatan pengambilan sampel dalam penelitian akan menentukan validitas proses dan hasil penelitian kita.

Apa itu populasi penelitian? Apa itu sampel dan bagaimana kaitan antara populasi dan sampel dalam sebuah penelitian? Simak uraian-uraian di bawah ini.

KONSEP DASAR POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
Populasi atau sering juga disebut universe adalah keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti yang ciri-cirinya akan diduga atau ditaksir (estimated). Ciri-ciri populasi disebut parameter. Oleh karena itu, populasi juga sering diartikan sebagai kumpulan objek penelitian dari mana data akan dijaring atau dikumpulkan. Populasi dalam penelitian (penelitian komunikasi) bisa berupa orang (individu, kelompok, organisasi, komunitas, atau masyarakat) maupun benda, misalnya jumlah terbitan media massa, jumlah artikel dalam media massa, jumlah rubrik, dan sebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content analysis).

Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi sasaran. Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti, sedangkan populasi sasaran adalah populasi yang benar-benar dijadikan sumber data. Sebagai contoh, misalnya kita akan meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dan kita hanya akan memokuskan penelitian kita pada mahasiswa yang aktif di lembaga-lembaga kemahasiswaan, maka seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad adalah populasi sampling, sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif dalam lembaga kemahasiswaan adalah populasi sasaran.

Konsep lainnya yang harus dipahami-dan tidak boleh dikelirukan- adalah jumlah populasi (population numbers) dan ukuran populasi (population size). Jumlah populasi adalah banyaknya kategori populasi yang dijadikan objek penelitian yang dinotasikan dengan huruf K. Misalnya, ketika kita meneliti tingkat rata-rata prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad (Fikom Unpad), maka jumlah populasinya adalah satu, yakni kategori mahasiswa. Sementara itu, jika kita meneliti sikap sivitas akademika Fikom Unpad terhadap kebijakan rektor dalam menaikkan biaya pendidikan, maka jumlah populasinya sebanyak kategori yang terkandung dalam konsep sivitas akademika, misalnya terdiri dari kategori mahasiswa, dosen, dan staf administratif. Jadi, jumlah populasinya ada tiga. Ukuran populasi adalah banyaknya unsur atau unit yang terkandung dalam sebuah kategori populasi tertentu, yang dilambangkan dengan huruf N. Misalnya, ketika kita meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fikom Unpad, maka jumlah populasinya adalah satu dan ukuran populasinya 8.236 orang (sesuai dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar resmi di Fikom Unpad).

Jika kita menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data, maka penelitian kita disebut sensus. Sensus merupakan penelitian yang dianggap dapat mengungkapkan ciri-ciri populasi (parameter) secara akurat dan komprehensif, sebab dengan menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data, maka gambaran tentang populasi tersebut secara utuh dan menyeluruh akan diperoleh. Oleh karena itu, sebaik-baiknya penelitian adalah penelitian sensus. Namun demikian, dalam batas-batas tertentu sensus kadang-kadang tidak efektif dan tidak efisien, terutama jika dihubungkan dengan ketersedian sumber daya yang ada pada peneliti. Misalnya, bila dikaitkan dengan fokus penelitian, keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya yang dimiliki oleh peneliti.

Dalam keadaan peneliti tidak memungkinkan untuk melakukan sensus, maka peneliti boleh mengambil sebagian saja dari unsur populasi untuk dijadikan objek penelitiannya atau sumber data. Sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian itu disebut sampel. Sampel atau juga sering disebut contoh adalah wakil dari populasi yang ciri-cirinya akan diungkapkan dan akan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. Oleh karena itu, jika kita menggunakan sampel sebagai sumber data, maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi, tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. Ciri-ciri sampel disebut statistik. Sama halnya dengan populasi, dalam sampel pun ada konsep jumlah sampel dan ukuran sampel. Jumlah sampel adalah banyaknya kategori sampel yang diteliti yang dilambangkan dengan huruf k, yang jumlahnya sama dengan jumlah populasi (k=K). Sedangkan ukuran sampel (dilambangkan dengan huruf n) adalah besarnya unsur populasi yang dijadikan sampel, yang jumlahnya selalui lebih kecil daripada ukuran populasi (n). Mengapa kita harus benar-benar memahami (tidak mengelirukan) pengertian istilah jumlah sampel dengan ukuran sampel, sebab jumlah sampel dan sifat sampel yang diteliti (terutama untuk penelitian eksplanatif, misalnya penelitian korelasional) akan sangat menentukan uji statistik inferensial yang mana yang harus digunakan untuk menguji hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian kita. Ketepatan dalam memilih uji statistik inferensial itu merupakan salah satu unsur penentu validitas atau kesahihan penelitian kita. Dalam menguji korelasi di antara variabel-variabel yang diteliti, misalnya, ada uji statistik inferensial yang hanya berlaku untuk menguji satu sampel, dua sampel independen, dua sampel berhubungan, dan k sampel independen atau k sampel berhubungan, dan sebagainya (Silakan baca buku Statistik Nonparametrik untuk Ilmu-Ilmu Sosial tulisan Sidney Siegel).

Karena data yang diperoleh dari sampel harus dapat digunakan untuk menaksir populasi, maka dalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita harus benar-benar bisa mengambil sampel yang dapat mewakili populasinya atau disebutsampel representatif. Sampel representatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan, ukuran sampel yang diambil, dan cara pengambilannya. Cara atau prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi tertentu disebut teknik sampling.

UKURAN SAMPEL
Ukuran sampel atau besarnya sampel yang diambil dari populasi, sebagaimana diungkapkan di atas, merupakan salah satu faktor penentu tingkat kerepresentatifan sampel yang digunakan. Pertanyaannya, berapa besar sampel harus diambil dari populasi agar memenuhi syarat kerepresentatifan?

Dalam menentukan menentukan ukuran sampel (n) yang harus diambil dari populasi agar memenuhi persyaratan kerepresentatifan, tidak ada kesepakatan bulat di antara para ahli metodolologi penelitian (hal ini wajar, sebab dalam dunia ilmu yang ada adalah sepakat untuk tidak sepakat asal masing-masing konsisten dengan rujukan yang digunakannya, sehingga ilmu itu bisa terus berproses dan berkembang). Pada umumnya, buku-buku metodologi penelitian menyebut angkalima persen hingga 10 persen untuk menegaskan berapa ukuran sampel yang harus diambil dari sebuah populasi tertentu dalam penelitian sosial. Pendapat ini tentu saja sulit untuk dijelaskan apa alasannya jika ditinjau dari aspek metodologi penelitian.

Sehubungan dengan hal itu, I Gusti Bagoes Mantra dan Kasto dalam buku yang ditulis oleh Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai (1989), menyatakan bahwa sebelum kita menentukan berapa besar ukuran sampel yang harus diambil dari populasi tertentu, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan yaitu:

1. Derajat Keseragaman Populasi (degree of homogenity). Jika tinggi tingkat homogenitas populasinya tinggi atau bahkan sempurna, maka ukuran sampel yang diambil boleh kecil, sebaliknya jika tingkat homogenitas populasinya rendah (tingkat heterogenitasnya tinggi) maka ukuran sampel yang diambilharus besar. Untuk menentukan tingkat homogenitas populasi sebaiknya dilakukan uji homogenitas dengan menggunakan uji statistik tertentu.

2. Tingkat Presisi (level of precisions) yang digunakan. Tingkat presisi, terutama digunkan dalam penelitian eksplanatif, misalnya penelitian korelasional, yakni suatu pernyataan peneliti tentang tingkat keakuratan hasil penelitian yang diinginkannya. Tingkat presisi biasanya dinyatakan dengan taraf signifikansi (α) yang dalam penelitian sosial biasa berkisar 0,05 (5%) atau 0,01 (1%), sehingga keakuratan hasil penelitiannya (selang kepercayaannya) 1–α yakni bisa 95% atau 99%. Jika kita menggunakan taraf signifikansi 0,01 maka ukuran sampel yang diambil harus lebih besar daripada ukuran sampel jika kita menggunakan taraf signifikansi 0,05.

3. Rancangan Analisis. Rancangan analisis yang dimaksud adalah sesuatu yang berkaitan dengan pengolahan data, penyajian data, pengupasan data, dan penafsiran data yang akan ditempuh dalam penelitian. Misalnya, kita akan menggunkan teknik analisis data dengan statistik deskripti; penyajian data menggunakan tabel-tabel distribusi frekuensi silang (tabel silang) atau tabel kontingensi dengan ukuran 3X3 atau lebih dimana pasti mengandung sel sebanyak 9 buah, maka ukuran sampelnya harus besar. Hal ini untuk menghindarkan adanya sel dalam tabel tersebut yang datanya nol (kosong), sehingga tidak layak untuk dianalisis dengan asumsi-asumsi kotingensi. Jika kita menggunakan rancangan analisisnya hanya menggunakan analisis statistik inferensial, maka ukuran sampelnya boleh lebih kecil dibandingkan apabila kita menggunakan rancangan analisis statistik deskriptif saja. Dengan kata lain, rancangan penelitian deskriptif membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar daripada rancangan penelitian eksplanatif.

4. Alasan-alasan tertentu yang berkaitan dengan keterbatasan-keterbatasn yang ada pada peneliti, misalnya keterbatasan waktu, tenaga, biaya, dan lain-lain. (Catatan: Alasan ke-4 ini jangan digunakan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan ukuran sampel, sebab hal ini lebih berkaitan dengan pertimbangan peneliti (tanpa akhiran an) dan bukan pertimbanganpenelitian (metodologi).

Selain mempertimbangkan faktor-faktor di atas, beberapa buku metode penelitian menyarankan digunakannya rumus tertentu untuk menentukan berapa besar sampel yang harus diambil dari populasi. 

Jika ukuran populasinya diketahui dengan pasti, Rumus Slovin di bawah ini dapat digunakan.
Rumus Slovin:
                                           N
                                n = ———
                                      1 + Ne²
Keterangan;
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditololerir, misalnya 5%. 
Batas kesalahan yang ditolelir ini untuk setiap populasi tidak sama, ada yang 1%, 2%, 3%, 4%,5%, atau 10%.
Jika ukuran populasinya besar yang didapat dari pendugaan proporsi populasi, maka Rumus Yamane yang harus digunakan.
                                              N
                                   n = ———–
                                            Nd² + 1
d = batas toleransi kesalahan pengambilan sampel yang digunakan.

Misalnya, kita ingin menduga proporsi pembaca koran dari populasi 4.000 orang. Presisi ditetapkan di antara 5% dengan tingkat kepercayaan 95%, maka besarnya sampel adalah:
                                                     4000
                                     n = ————————- =    364
                                               4000 x (0,05)² + 1

KERANGKA SAMPLING (SAMPLING FRAME)
Di atas sudah ditegaskan, bahwa tingkat krepresentatifan sampel selain ditentukan oleh ukuran sampel yang diambil juga ditentukan oleh teknik sampling yang digunakan. Di antara teknik-teknik sampling tersebut, dalam penggunaannya, ada yang mempersyaratkan tersedianya kerangka sampling. Kerangka sampling (sampling frame) adalah sebuah daftar yang memuat data mengenai seluruh unit atau unsur sampling yang terdapat pada populasi sampling. Secara gampang orang sering mengatakan, kerangka sampling adalah daftar nama-nama yang kerkandung dalam populasi penelitian.

JENIS SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING
Berdasarkan prosedur atau cara yang digunakan dalam mengambil sampel dari populasi (teknik sampling), kita dapat mengidentifikasi dua jenis sampel, yaitu:sampel probabilitas (probability sampling) dan sampel nonprobabilitas(nonprobability sampling). Sampel probabilitas atau disebut juga sampel random (sampel acak) adalah sampel yang pengambilannya berlandaskan pada prinsip teori peluang, yakni prinsip memberikan peluang yang sama kepada seluruh unit populasi untuk dipilih sebagai sampel. Sebaliknya, sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom (sampel tak acak) adalah sampel yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu (bisa pertimbangan penelitian maupun pertimbangan peneliti). Sampel probabilitas diambil dengan menggunakan teknik sampling probabilitas atau teknik sampling random, sedangkan untuk mengambil sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom digunakan teknik sampling nonprobabilitas, yakni pertimbangan-pertimbangan tertentu. Sampel probabilitas cenderung memiliki tingkat representasi yang lebih tinggi daripada sampel nonprobabilitas.

Teknik Sampling Probabilitas (Teknik Sampling Random)

a. Teknik Sampling Random Sederhana (Simple Random Sampling)
Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Peluang yang dimiliki oleh setiap unit penelitian untuk dipilh sebagai sampel sebesar n/N, yakni ukuran sampel yang dikehendaki dibagi dengan ukuran populasi.

Dalam menggunakan Teknik Sampling Random Sederhana ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain (Singarimbun dan Effendy, 1989):
1. Harus tersedia kerangka sampling atau memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya (dalam kerangka sampling tidak boleh ada unsur sampel yang dihitung dua kali atau lebih).
2. Sifat populasinya harus homogen, jika tidak, kemungkinan akan terjadi bias.
3. Ukuran populasinya tidak tak terbatas, artinya harus pasti berapa ukuran populasinya.
4. Keadaan populasinya tidak terlalu tersebar secara geografis.

Teknis pelaksanaannya ada dua cara, yakni:
1. Dengan mengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun semua unit penelitian atau unit elementer ke dalam kerangka sampling, mulai dari nomor terkecil hingga nomor ke-n (tergantung berapa besar ukuran populasinya). Selanjutnya masing-masing nomor unsur populasi itu ditulsikan dalam secarik kertas, digulung, dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak atau toples. Lalu lakukan pengocokan secara merata, dan ambil sejumlah gulungan kertas tersebut sebanyak ukuran sampel yang dikehendaki. Nomor-nomr yang terambil itu menjadi unit elementer yang terpilih sebagai sampel. Pengundian juga dapat dilakukan seperti halnya ibu-ibu anggota kelompok arian menentukan pemenang arisannya. Gulungan kertas yang di dalamnya sudah berisi nomor unit elementer, dimasukkan ke dalam toples yang diberi tutup dengan lubang sebesar kira-kira dapat dilalui oleh setiap gulungan kertas yang ada di dalamnya. Lalu kocok berulang-ulang hingga keluar sejumlah gulungan kertas sesuai dengan ukuran sampel yang direncanakan. Penggunaan cara ini (cara pengundian) seringkali tidak praktis, terutama apabila ukuran populasinya relatif besar, sebab: pertama, hampir tidak mungkin kita dapat melakukan pengocokan secara saksama dan merata seluruh gulungan kertas undian; dan kedua, ada kecenderungan kita untuk tergoda memilih angka-angka tertentu. Dalam keadaan yang demikian, gunakan teknik kedua, yakni dengan mengundi Tabel Angka Random.

2. Dengan menggunakan Tabel Angka Random. Cara ini dipilih karena selain meringankan pekerjaan, juga lebih memberikan jaminan yang lebih besar bahwa setiap unit elementer mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Caranya adalah sebagai berikut: misalnya, dari satuan elementer dlam populasi (N) yang besarnya 500 orang, akan dipilih 50 satuan elementer sebagai sampel (n). Bilangan 500 ini terdiri dari tiga dijit (digit), oleh karena itu dalam kerangka sampling satuan elementernya diberi nomor mulai dari 001 sampai 500. Selanjutnya lihat Tabel Angka Random atau Tabel Bilangan Random yang selalu ada pada lampiran buku-buku metodologi penelitian atau buku-buku metode statistika. Karena angka-angka yang yang terdapat dalam Tabel Bilangan Random itu disusun secara kebetulan (randomly assorted), maka pemakai tabel tersebut dapat mulai melihatnya dari baris dan kolom mana saja. Di samping itu, ia dapat juga mengikutinya ke arah mana saja. Penentuan angka pertama dapat dilakukan, misalnya, dengan cara menjatuhkan pensil dengan mata pensil mengarah ke bawah pada lembaran kertas yang di dalamnya terdapat tabel bilangan random yang kita gunakan. Angka random yang terkena oleh mata pensil tadi adalah unsur sampel pertama yang kita pilih. Selanjutnya, kita dapat menentukan unsur sampel lainnya dengan cara berjalan ke atas mengikuti kolom yang sama, atau ke samping mengikuti baris, ke bawah mengikuti kolom, atau cara apa saja yang dianggap mudah.

b. Teknik Sampling Random Sistematik (Systematic Random Sampling)
Apabila ukuran populasinya sangat besar, hingga tidak memungkinkan dilakukan pemilihan sampel dengan cara pengundian, maka teknik sampling random sederhana tidaklah tepat untuk digunakan. Dalam keadaan populasi yang demikian, gunakanlah teknik sampling random sistematik. Persyaratan yang harus dipenuhi agar teknik sampling ini dapat digunakan, sama dengan persyaratan untuk sampel random sederhana, yakni tersedianya kerangka sampling (ukuran populasinya diketahui dengan pasti), dan populasinya mempunyai pola beraturan yang memungkinkan untuk diberikan nomor urut serta bersifat homogen.

Cara penggunaan teknik sampling random sistematik ini mirip dengan cara sampling random sederhana. Bedanya, pada teknik sampling sistematik perandoman atau pengundian hanya dilakukan satu kali, yakni ketika menentukan unsur pertama dari sampling yang akan diambil. Penentuan unsur sampling selanjutnya ditempuh dengan cara memanfaatkan interval sampel. Interval sampel adalah angka yang menunjukkan jarak antara nomor-nomor urut yang terdapat dalam kerangka sampling yang akan dijadikan patokan dalam menentukan atau memilih unsur-unsur sampling kedua dan seterusnya hingga unsur ke-n. Interval sampel biasanya dilambangkan dengan huruf k.

Interval sampel atau juga disebut sampling rasio diperoleh dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel yang dikehendaki (N/n). Misalnya, dari populasi (N) berukuran 500 kita akan mengambil sampel (n) berkuran 50, maka interval samplingnya adalah 500/50=10 atau k =10. Andaikan yang terpilih sebagai unsur sampling pertama adalah satuan elementer yang bernomor s, maka penentuan unsur-unsur sampel berikutnya adalah:
Unsur pertama = s
Unsur kedua = s + k
Unsur ketiga = s + 2k 
Unsur keempat = s + 3k, dan seterusnya hingga unsur ke-n.
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini diberikan contoh konkret.
Misalnya ukuran populasinya 500 (N=500) dan ukuran sampel yang akan diambil sebesar 50 (n=50), maka pasti k = 10. Andaikan saja unsur sampel pertama yang terpilih adalah nomor urut 005, maka unsur-unsur selanjunya yang harus diambil adalah nomor 015, 025, 035, 045, 055, 065, 075, dan seterusnya dengan berpatokan pada penambahan angka 10 dari nomor urut terakhir.

c. Teknik Sampling Random Berstrata (Stratified Random Sampling)
Teknik sampling ini digunakan apabila populasinya tidak homogen (heterogen). Makin heterogen suatu populasi, makin besar pula perbedaan sifat-sifat antara lapisan tersebut. Padahal, sebagaimana telah diungkapkan di atas, presisi dan tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari suatu populasi antara lain dipengaruhi oleh derajat keseragaman (tingkat homogenitas) populasi yang bersangkutan. Untuk dapat menggambarkan secara tepat tentang sifat-sifat populasi yang heterogen, maka populasi yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan (strata) yang seragam atau homogen, dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara random (acak).

Untuk dapat menggunakan teknik sampling random strata, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain (Singarimbun dan Effendi, 1989:162-163):
1. Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi ke dalam lapisan-lapisan. Sebagai contoh, populasi penelitian Anda adalah seluruh mahasiswa Unpad. Dalam kenyataannya karakteristik mahasiswa Unpad tidak sama (tidak homogen) sebab di Unpad terdapat program pendidikan jenjang D3, S1, S2, dan S3 yang tentu saja karakteristik (terutama karakteristik akademisnya) berbeda-beda. Maka dalam keadaan populasi yang demikian, mahasiswa Unpad sebagai populasi harus dibagi kedalam strata (subpopulasi) mahasiswa D3, mahasiswa S1, mahasiswa S2, dan mahasiswa S3. Secara teoretis, yang dapat dijadikan kriteria untuk pembagian strata itu ialah variabel-variabel yang akan diteliti atau variabel-variabel yang menurut peneliti mempunyai hubungan yang erat dengan variabel-variabel yang hendak diteliti itu. Misalnya, tingkat motivasi belajar mahasiswa erat kaitannya dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. Jadi, dalam penelitian tentang motivasi belajar mahasiswa (misalnya), jenjang pendidikan dijadikan dasar dalam menentukan strata populasi.

2. Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang dipergunakan untuk menstratifikasi. Misalnya, data mengenai pembagian jenjang pendidikan pada mahasiswa Unpad didasarkan pada kenyataan bahwa di Unpad memang terdapat berbagai jenjang pendidikan.

3. Jumlah satuan elementer dari setiap strata (ukuran setiap subpopulasi) harus diketahui dengan pasti. Hal ini diperlukan agar peneliti dapat membuat kerangka sampling untuk setiap subpopulasi atau strata yang akan dijadikan sumber dalam menentukan sampel atau responden. (Harap dicatat, bahwa teknik sampling random strata ini baru efektif dalam menentukan ukuran sampel yang harus diambil dari setiap strata dan belum mampu menentukan siapa saja sampel yang harus diambil untuk dijadikan responden penelitian). Untuk menentukan saampel sasaran atau responden masih perlu dilanjutkan dengan menggunakan teknik sampling random sederhana atau teknik sampling random sistematik, setelah sebelumnya dibuatkan kerangka sampling untuk setiap subpopulasinya.

Sampel strata terdiri dari dua macam, yakni sampel strata proporsional dansampel strata disproporsional. Teknik sampling random strata proporsional digunakan apabila proporsi ukuran subpopulasi atau jumlah satuan elementer dalam setiap strata relatif seimbang atau relatif sama besar. Dalam sampel strata proporsional, dari setiap strata diambil sampel yang sebanding dengan besar setiap strata dengan berpatokan pada pecahan sampling (sampling fraction) yang sama yang digunakan. Pecahan sampling adalah angka yang menunjukkan persentase ukuran sampel yang akan diambil dari ukuran populasi tertentu. Sebagai contoh, jumlah keseluruhan mahasiswa Unpad ada 25.000 orang, sehingga ukuran populasinya 25.000. Berdasarkan perhitungan tertentu, misalnya kita menggunakan Rumus Slovin, sampel yang harus diambil sebesar 2.500 orang mahasiswa, maka pecahan samplingnya adalah 0,10 (10%) yang diperoleh dengan cara membagi ukuran sampel yang dikehendaki dengan ukuran populasinya (n/N). Dengan demikian, maka dari setiap lapisan populasi (strata) harus diambil sampel sebesar 10 % sehingga akhirnya diperoleh ukuran sampel secara keseluruhan yang merepresentasikan populasi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel di bawah ini.

Tabel 1
Sampel Berstrata Proporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar
di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n % dalam
Pendidikan       Populasi       Populasi       Sampling     Sampel     Sampel
D3                    10.000          40%               0,10            1.000          40%
S1                      8.000          32%               0,10               800          32%
S2                      5.000          20%               0,10               500          20%
S3                      2.000          8%                 0,10               200            8%
_______ ______ ______ _____
25.000 100% 2.500 100%

Keterangan:
Ditentukan ukuran sampel 2.500
Pecahan sampling 2.500/25.000 = 0,10
Setiap jenjang pendidikan diwakili dalam sampel proporsinya dalam populasi.
Penggunaan Teknik Sampling Random Strata Proporsional agak kurang tepat jika proporsi ukuran subpopulasinya (jumlah satuan elementer pada strata) tidak seimbang, ada yang jumlahnya besar ada pula yang jumlahnya kecil, sehingga kalau digunakan teknik sampling strata proporsional dapat kejadian ukuran subpopulasinya sama dengan ukuran sampelnya. Padahal, jika ukuran sampelnya sama dengan ukuran populasinya (total sampling atau sensus) maka data yang diperoleh dari sampel tersebut tidak bisa diolah atau dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial. Oleh karena itu, dalam keadaan populasi yang demikian, gunakanlah Teknik Sampling Random Strata Disproporsional.

Pada Sampel Strtata Disproporsional, ukuran sampel yang diambil dari setiap subpopulasi (strata) sama besarnya, yang berbeda adalah pecahan samplingnya. Satu hal yang perlu dicatat dan diingat, jika menggunakan teknik sampling ini, nanti pada waktu analisis data, data yang diperoleh dari sampel masing-masing strata harus dikalikan dengan bobot yang disesuaikan pada strata tersebut. Teknis pengambilan sampel strata disproporsional dapat dilihat pada contoh tabel di bawah ini.

Tabel 2
Sampel Berstrata Disproporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar
di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n Bobot Bobot

Pendidikan       Populasi       Populasi     Sampling        Sampel        Disesuaikan
D3                   10.000             40%               0,063                  625                15,87 5
S1                   8.000               32%               0,078                 625                 12,82 4
S2                   5.000               20%               0,125                 625                   8,30
S3                   2.000                 8%               0,313                 625                   3,19 1
                      _______       _____           _____
                      25.000          100%            2.500
Keterangan:
· Ukuran sampel ditetapkan 2500, dibagi rata pada setiap strata (625).
· Pecahan sampling berbeda-beda pada setiap strata (n/N).
· Karena sampel setiap strata tidak proporsional dengan strata yang bersangkutan dalam populasi, maka data pada setiap strata harus dikalikan dengan bobot (bobot yang disesuaikan). Bobot diperoleh dengan rumus: 1/ps atau satu dibagi pecahan smpling. Untuk memudahkan perhitungan, bobot dibulatkan dengan angka terrendah sebagai standar (bernilai 1). Misalnya, 15,87/3,19 = 4,97, dibulatkan menjadi 5.

d. Teknik Sampling Random Klaster (Cluster Random Sampling)
Teknik ini digunakan apabila ukuran populasinya tidak diketahui dengan pasti, sehingga tidak memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya, dan keberadaannya tersebar secara geografis atau terhimpun dalam klaster-klaster yang berbeda-beda. Misalnya, populasi puah penelitian kita adalah seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang ada di Wilayah Kota Bandung. Tidak mungkin kita dapat menghimpun semua data anak SD dalam sebuah daftar yang akurat, kalaupun mungkin, pasti daftar itu akan sangat panjang dan memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit untuk menyusunnya. Maka kelompok siswa SD itu kita buat berdasarkan nama sekolahnya. Kelompok anak SD itu disebut klaster. Klater dapat berupa sekolah, kelas, kecamatan, desa, kelurahan, RW, RT, dan sebagainya. Apabila klaster itu bersifat wilayah geografis yang kecil, maka pengambilan sampelnya dapat dilakukan satu tahap (simple cluster sampling). Misalnya, wilayah penelitian kita ada di Kelurahan Gunung Sampah, yang terdiri dari 10 RW, maka kita dapat memilih beberapa RW secara random untuk dijadikan wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh penduduk sasaran di RW itu harus dijadikan sampel (responden).

Akan tetapi jika klasternya besar atau wilayah geografisnya besar, maka pengambilan sampel tidak cukup hanya satu tahap, melainkan harus beberapa tahap. Dalam keadaan yang demikian gunakanlah teknik sampling klaster banyak tahap (multistage cluster sampling). Misalnya kita akan meneliti pendapat seluruh ibu rumah tangga yang ada di wilayah Kota Bandung tentang konversi bahan bakar minyak tanah ke gas elpiji. Populasi penelitiannya adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Kota Bandung. Kota Bandung kita bagi dulu ke dalam Wilayah Bandung Timur, Bandung, Barat, Bandung Selatan, dan Bandung Utara. Dari setiap wilayah itu kita jabarkan lagi pada kecamatan-kecamatan, lalu ambil secara random, misalnya, dua kecamatan dari setiap wilayah sehingga diperoleh delapan kecamatan. Apabila kita berhenti sampai di sini, maka seluruh ibu rumah tangga yang berdomisi di delapan kecamatan terpilih itu adalah sampel penelitian kita. Tetapi jika kita merasa jumlahnya masih terlalu besar, maka kita boleh menjabarkan wilayah kecamatan terpilih itu menjadi kelurahan-kelurahan, sehingga wilayah kecamatan tadi kita jadikan populasi sampling. Dari situ secara random, misalnya, kita ambil dua kelurahan dri setiap kecamatan terpilih, sehingga kita memiliki 16 kelurahan sebagai wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh ibu rumah tangga di 16 kelurahan itu harus dijadikan responden. Jika dirasakan masih terlalu banyak jumlahnya, kita diperbolehkan untuk menurunkan lagi wilayah penelitian pada wilayah yang lebih kecil, misalnya RW, dan seterusnya dengan cara yang sama.

Teknik Sampling Nonprobabilitas (Teknik Sampling Nonrandom)
Dalam menentukan sampel dengan menggunakan taknik sampling nonrandom, tidak menggunakan prinsip kerandoman (prinsip teori peluang). Dasar penentuannya adalah pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti atau dari penelitian. Sebagai konsekuensinya, teknik sampling nonrandom ini tidak dapat digunakan apabila penelitian kita dirancang sebagai sebuah penelitian eksplanatif yang akan menguji hipotesis tertentu, misalnya penelitian korelasional, karena rumus uji statistik inferensial tidak dapat diterapkan untuk data yang berasal dari sampel nonrandom. Teknik sampling ini secara luas sering digunakan untuk penelitian-penelitian eksploratif atau penelitian deskriptif.

Ada beberapa jenis sampel nonrandom yang sering digunakan dalam penelitian sosial/penelitian komunikasi, di antaranya adalah:

1. Sampel Aksidental (accidental sampling). Sampel ini sering disebut sebagai sampel kebetulan yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan kemudahan bagi peneliti (bukan penelitian), sehingga sampel ini sering kali disebut convenience sampling atau sampel keenakan. Orang-orang ilmu statistika bahkan menyebutnya sebagai sampel kecelakaan, karena saking tidak representatifnya sampel tersebut. Sebisa mungkin, hindari untuk menggunakan sampel ini, jika kesimpulan penelitian kita ingin memperoleh kemampuan generalisasi yang tepat.

2. Sampel Kuota (quota sampling). Teknik sampling kuota merupakan teknik sampling yang sejenis dengan teknik sampling strata. Perbedaannya adalah ketika mengambil sampel dari setiap strata tidak menggunakan cara-cara random, tetapi menggunakan cara-cara kemudahan (convenience). Caranya, tentukan ukuran sampel dari masing-masing strata lalu teliti siapa sejumlah orang yang sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan tadi, siapa saja asal berasal dari strata tersebut.

3. Sampel Purposif (purposeful sampling). Teknik ini disebut juga judgemental sampling atau sampel pertimbangan bertujuan. Dasar penetuan sampelnya adalah tujuan penelitian. Sampel ini digunakan jika dalam upaya memperoleh data tentang fenomena atau masalah yang diteliti memerlukan sumber data yang memilki kualifikasi spesifik atau kriteria khusus berdasarkan penilaian tertentu, tingkat signifikansi tertentu. Misalnya, untuk meneliti kualitas cerita Film Ayat-ayat Cinta kita memerlukan reponden yang memiliki kualifikasi komptensi dalam bidang perfilman atau bidang komunikasi. Maka sampelnya adalah para kritikus film, para dosen produksi film, para ahli sinematografi, dan lain-lain.

Beberapa Masalah dalam Penelitian yang Berkaitan dengan Sampel
Dalam setiap penelitian, tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi permasalahan atau penyimpangan. Besarnya penyimpangan yang dapat ditoleransi dalam suatu penelitian, tergantung pada sifat penelitian itu sendiri. Ada penelitian yang dapat mentolerannsikan penyimpangan yang besar; sebaliknya ada juga penelitian yang menghendaki penyimpangan yang kecil, sebab penyimpangan yang besar dapat menimbulkan kesimpulan yang salah.

Dalam suatu penelitian, ada kemungkinan timbul dua macam penyimpangan, yaitu:
1. Penyimpangan karena Pemakaian Sampel (Sampling Error)
Seandainya tidak ada kesalahan pada pengamatan, satuan-satuan ukuran, definisi operasinal variabel, pengolahan data, dan sebagainya, maka perbedaan itu hanya disebabkan oleh pemakaian sampel. Mudah dimengerti bahwa semakin besar sampelnyang diambil, semakin kecil pula terjadi penyimpangan. Apabila sampel itu sudah sama besar dengan populasi, maka penyimpangan oleh pemakaian sampel pasti akan hilang.
2. Penyimpangan Bukan oleh Pemakaian Sampel (Non-Sampling Error)
Jenis penyimpangan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai hal, di antaranya adalah:
· Penyimpangan karena kesalahan perencanaan. Misalnya karena tidak tepatnya definisi operasional variabel, kriteria satuan-satuan ukuran, dan sebagainya, memberikan peluang penyimpangan atau kesalahan pada hasil penelitian.
· Penyimpangan karena Penggantian Sampel. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan antara sampel yang diteliti dengan sampel yang ditetapkan. Misalnya, seseorang mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai sampel tidak bisa dihubungi pada waktu akan diwawancarai atau diminta untuk mengisi kuesioner, lalu kita menggantinya dengan mahasiswa yang lain.
· Penyimpangan karena salah tafsir dari petugas pengumpulan data maupun responden, yang dapat menyebabkan jawaban yang diperoleh dari responden menyimpang dari yang sebenarnya.
· Penyimpangan karena salah tafsir responden. Biasanya disebabkan karena responden sudah lupa akan masalah yang ditanyakan.
· Penyimpangan karena responden sengaja salah dalam menjawab pertanyaan. Hal ini dapat terjadi jika responden merasa curiga terhadap maksud dan tujuan penelitian, atau mungkin juga responden mempunyai maksud-maksud tertentu secara terselubung.
· Penyimpangan karena kesalahan pengolahan data, misalnya salah dalam menambahkan, mengalikan, dan sebagainya.
Sementara itu, masalah yang dihadapi dalam Pembuatan Kerangka Sampling, di antaranya adalah sebagai berikut:
Blank Foreign Elements. Yakni jika data populasi yang diperoleh dari sesuatu sumber tidak sesuai dengan kenyataannya di lapangan, sehingga terjadi orang yang sudah terpilih sebagai sampel tidak ditemui di lapangan. Hal ini disebabkan mungkin karena pendataannya yang tidak akurat atau datanya sudah kadaluarsa.
Incomplete Frame. Ketidaklengkapan kerangka sampling terjadi karena ada unsur populasi (orang) yang seharusnya masuk di dalamnya, justeru tidak tercatat.
Cluster of Elements. Kerangka sampling yang kita miliki tidak selamanya sama dengan yang kita butuhkan. Misalnya, jika kita ingin meneliti pelajar sekolah dasar yang bertempat tinggal di Kota A, kita tidak akan memperoleh daftarnya, yang kita temukan hanyalah daftar nama sekolah dasar yang ada di Kota A.